SEJARAH FOTOGRAFI

 FOTOGRAFI dalam wacana historis 

Oleh : Aran Handoko, M.Sn

 


Fotografi yang lahir lebih dari seabad yang lalu diartikan “ melukis dengan cahaya” atau proses pembuatan gambar dengan cahaya. Fotografi merupakan suatu proses untuk mendapatkan representasi yang akurat (benar dan tepat) dari objek dengan menggunakan reaksi kimia antara sinar serta berbagai macam energi yang memancar pada permukaan yang sudah dipersiapkan secara kimiawi. Sebagai alat rekam, fotografi mampu merekam objek nyata menjadi gambar yang sangat mirip dengan aslinya. Penemuan revolusioner ini sempat mengundang kecemburuan para pelukis di zaman tersebut. Dengan ditemukannya fotografi seolah-olah mengancam kehidupan para pelukis realis dan naturalis yang memiliki tujuan sama, yaitu representasi realistis dari kehidupan sehari-hari. Bahkan seorang pelukis bernama Paul Delaroche mengatakan ” from today, painting is dead ”. Pernyataan tersebut merupakan sebuah pukulan yang cukup telak karena obyektivitas merupakan cita-cita dan pertumbuhan teknologi fotografi memang menjadi sebuah mesin objektif yang berhasil menggantikan tugas mata serta tangan manusia dalam hal presisi visual. Selain itu, presisi fotografi juga tercermin dalam reaksi penolakan dengan alasan agama yang seperti tertulis dalam Leipziger Stadtanzeiger, ” Tuhan menciptakan manusia dalam citra-Nya sendiri, dan tidak satu pun mesin buatan manusia akan menyempurnakan citra Tuhan”. Munculnya fotografi tidak ditemukan begitu saja namun sudah mengalami fase perintisan yang cukup panjang oleh para tokoh-tokoh perintisnya. Prinsip awal fotografi telah dikenal sejak abad ke 5 SM oleh ilmuwan Cina bernama Mo Ti yang menyebutkan bila seberkas cahaya yang memancar dari suatu benda diloloskan melalui sebuah lubang kecil ke dalam sebuah ruangan yang gelap, maka bayangan benda tadi akan diproyeksikan sesuai dengan bentuk aslinya secara terbalik. Teori tersebut juga diperkuat oleh beberapa ilmuwan dari barat seperti Aristoteles. Dari hal tersebut pada hakikatnya prinsip-prinsip dasar yang digunakan dalam fotografi bertumpu pada dua ilmu yaitu ilmu fisika dan ilmu kimia. Dari ilmu fisika dilakukan dengan observasi terhadap sinar yang memancar dari suatu objek yang menembus masuk melalui lubang kecil 2 (pinhole) ke dalam ruang gelap akan menghasilkan bayangan dari benda objek tadi secara terbalik serta tepat sesuai dengan aslinya

Komentar

Postingan Populer